Zakat Fitrah : Pengertian, Ukuran dan Prespektif Ulama zakat dengan Uang

            

zakat fitrah

Seperti yang selama ini kita ketahui bahwa islam datang sebagai agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin dibawa dan disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dan arahan hidup umat manusia. Al-Qur’an sebagai mu’jizat yang diturunkan oleh Alloh kepada Muhammad SAW telah mengatur bagaimana islam bisa berdiri dengan 5 pilar, yakni Syahadat atau Penyaksian, Sholat, Puasa, Zakat dan Ibadah Haji. Adapun Zakat adalah salah satu ibadah yang juga dipertintahkan oleh Alloh pada umat Nabi-Nabi terdahulu, kemudian diperintahkan juga kepada umat Muhammad SAW. Dalam Al-Qur’an kata zakat telah disebutkan sebanyak 30 kali dan dan 27 diantaranya disertai dengan kata sholat mengindikasikan bahwa zakat itu ibadah penting yang kepentingannya setara dengan sholat. Seperti dalam QS. At-Taubah : 103

 خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"

Zakat juga disebut sebagai filantropi (kedermawanan) islam. Inafq, sedekah, wakaf juga sebagian dari filantropi islam, namun hanya zakat yang hukumnya wajib diantara hal tersebut.

Definisi zakat dalam kitab Fathul Qorib

االزكاة وهي لغة النماء

و شرعا اسم لمال مخصوص يؤخذ من مال مخصوص على وجه مخصوص لطائفة مخصوصة 

Zakat secara bahasa ialah Berkembang.

Dan secara Syara’/Istilah ialah nama sebuat harta tertentu yang diambil dari harta tertentu dengan cara tertentu dan diberikan pada golongan tertentu.



Syarat orang yang wajib zakat;

1.      Islam, maka tidak diwajibkan bagi selain islam dan orang yang murtad kecuali setelah murtad ia kembali masuk islam.

2.      Bukan budak, karena budak termasuk orang yang berhak menerima zakat.

3.      Memiliki harta yang lebih

Ukuran dan Jenis zakat fitrah menurut empat mazhab berbeda-beda, yaitu: 

1.      Mazhab Hanafi: Satu sha' setara dengan 3,8 kg. Zakat fitrah dapat berupa gandum, biji gandum, kurma, atau anggur kering. Zakat fitrah juga dapat dibayar dengan uang tunai. Jenis makanan yang dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah hintah (gandum), syair (padi belanda), tamar (kurma), dan zabib (anggur). Beliau juga berpendapat boleh pula mengeluarkan daqiq hintah (gandum yang sudah menjadi tepung) dan saweq (adonan tepung). Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Tunaikanlah zakat fitrah sebelum kamu keluar untuk shalat hari raya, maka wajib atas setiap orang merdeka mengeluarkan dua mud gandum dan daqiq (tepung dari gandum).” (HR. Sunan Abu Daud, hal. 254).

2.      Mazhab Maliki: Satu sha' setara dengan 2,75 kg. Bahan pokok untuk zakat fitrah  adalah gandum, syair, salat (sejenis syair), jagung, dakhon (jenis gandum), kurma, kismis, atau keju.

3.      Mazhab Syafi'i: Satu sha' setara dengan 2,75 kg. Menurut Mazhab Syafi'i, zakat fitrah harus dibayarkan dengan makanan pokok, tetapi juga diperbolehkan dibayar dengan uang. Zakat futrah yang wajib dikeluarkan adalah makanan pokok daerah setempat. Tidak boleh dikeluarkan yang bukan makanan pokok atau harga dari makanan pokok tersebut.

4.      Mazhab Hanbali: Satu sha' setara dengan 2,75 kg. , zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah: gandum bur, gandum syair, kurma, kismis, dan keju. Kalau tidak ada jenis bahan pokok di atas, maka yang wajib dikeluarkan adalah jenis bahan pokok dalam bentuk biji-bijian dan buah-buahan.

Zakat Fitrah dengan Uang


Ulama Syafi'iyyah, Hanabilah, Malikiyah berpendapat muslim tidak diperbolehkan membayar zakat fitrah menggunakan qimah atau mata uang. Alasannya karena zakat fitrah bertujuan memberikan bantuan pasokan makanan yang dapat dikonsumsi untuk menandakan berakhirnya bulan romadhon dan masuknya idul fitri.

Sementara, ulama Hanafiyyah berpendapat zakat fitrah diperbolehkan dibayarkan dalam bentuk mata uang. Menurutnya, hal tersebut sah-sah saja asalkan uang yang dibayarkan harus setara dengan bahan makanan pokok yang dikeluarkan.

Namun dikalangan para pemuka agama saat ini berpendapat bahwa zakat dengan uang sah-sah saja, sebab yang dibutuhkan masyarakat sekrang bukan hanya makanan pokok. Dan nilai uang lebih umum cakupannya dari bahan pokok saja. Wallohu A’lam  .


Tusamma Salsabila Firdaus

1860102232221 HKI 3F

Komentar